Senin, 09 Januari 2012

Candi Ratu Boko


Secara geografis Kraton Ratu Boko terletak di Desa Dawung, Kelurahan Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta atau 3 km dari Candi Prambanan dan  19 km dari Kota Yogyakarta. Ratu Boko terletak pada ketinggian + 195,97 meter dari permukaan air laut. Candi Ratu Boko merupakan peninggalan yang bercorak agama Hindu dan Budha yang didirikan pada abad ke 8(792 M) oleh Rakai Panangkaran yang merupakan keturunan dari Dinasti Seilendra yang beragama Budha.
Berdasarkan prasasti yang dikeluarkan oleh Rakai Panangkaran tahun 746-784 M, kawasan situs Ratu Boko disebut Abhayagiri Wihara. Abhaya berarti tidak ada bahaya, giri berarti bukit atau gunung, sedangkan Wihara artinya tempat atau asrama para biksu. Dengan demikian Abhayagiri Wihara mempunyai arti asrama Bhiksu yang berada di bukit penuh kedamainan.
Pada masa berikutnya Abhayagiri Wihara berganti nama menjadiKraton Walaing yang diproklamirkan oleh Raja Vasal bernama Rakai Walaing Pu Kumbayoni. Tahun 856 sudah merupakan peninggalan agama Hindu. Kaitan Kraton Ratu Boko dengan Prambanan, tahun 856 pada masa pemerintahan Rakai Pikatan yang beragama Hindu keturunan dari Dinasti Sanjaya.
Tahun 1790, seorang peneliti dari Belanda bernama Van Boeckholtz menemukan adanya reruntuhan kepurbakalaan di atas bukit Ratu Boko. Seratus tahun kemudian FDK Bosch mengadakan penelitian dan menuangkan hasil penelitian ke dalam sebuah buku berjudul Keraton Van Ratoe Boko. Maka kepurbakalaan diatas bukit  Ratu Boko dikenal dengan nama Keraton Ratu Boko.
Inspirasi Rakai Panangkaran antara lain candi Borobudur, Candi Kalasan, dan Keraton Ratu Boko ini.
Di candi ratu boko ini terdapat berbagai macam objek antara lain :

GAPURA I
Gapura I berbentuk paduraksa(bangunan yang berbentuk gapura yang mempunyai atap) yang terdiri dari 3 buah gapura yang saling berdekatan satu sama lain, berdiri dari arah utara ke selatan. Gapura yang di tengah adalah yang terbesar dan merupakan gapura utama, diapit oleh 2 buah gapura lainnya yang disebut gapura apit. Gapura ini terbuat dari batu andesit dan batu putih.
Berfungsi untuk masuk wilayah kraton ratu boko


GAPURA II
Gapura II mempunyai bentuk yang sama dengan Gapura I yaitu paduraksa(bangunan yang berbentuk gapura yang mempunyai atap)
Berbeda dari Gapura I, Gapura II memiliki 5 pintu  4 buah gapura kecil mengapit sebuah gapura yang paling besar, yang disebut Gapura Utama Kedua dan memiliki fungsi yang sama dari gapura I.


CANDI BATU PUTIH
Sering juga disebut candi kapur karena terbuat yang dari baru kapur.
Berada di samping kiri Gapura I dan Gapura II.



CANDI PEMBAKARAN
Terletak di sebelah Timur Laut, sekitar 37 meter dari Gapura Utama Kedua. Bangunan ini mempunyai panjang 26 meter, lebar sekitar 26 meter dengan ketinggian 3 meter dan terbuat dari batu kali. Dulu, pernah ditemukan sebuah perabuan di Candi ini.
Dipojok Candi Pembakaran terdapat sumur yang berukuran 4 x 4 m bernama Amartamantana, yang artinya air suci yang diberi mantra. Sumur ini untuk ritual Tawur Agung dari umat Hindu. Tawur Agung umat Hindu mengambil dari 7 air mata, salah satunya dari sumur Amartamantana.
Fungsi dari Candi Pembakaran adalah sebagai tempat pembakaran mayat.



ALUN - ALUN
Berada di depan Gapura II. Alun-alun memiliki fungsi sebagai tempat untuk kegiatan kerajaan ataupun tempat pusat kegiatan dari kota yang berada di bukit Boko ini.


 UMPAK DAN PASEBAN
Paseban merupakan teras yang dibangun dari batu andesit dengan tinggi 1,5 m, lebar 7 m dan panjang 38 m, membujur arah utara-selatan. Berada di sebelah timur Candi Pembakaran. Batu umpak/landasan tiang ini berjumlah 18 buah membujur arah Barat-Timur. Paseban berfungsi untuk menghadap/menemui ratu.



PENDOPO
Pendopo dikelilingi dinding batu setinggi setinggi 3 m yang memagari sebuah lahan dengan ukuran panjang 40 m dan lebar 30 m. Sepanjang tepi dinding dan di antara dua teras terdapat gang berlantai batu. Teras pertama disebut pendapa, berbentuk semacam panggung persegi setinggi 1,46 m, dengan ukuran luas 20 m2. Dalam bahasa Jawa, pendapa berarti ruang tamu atau hamparan lantai beratap yang umumnya terletak di bagian depan rumah. Tangga naik ke pendapa berada di sisi timurlaut dan barat laut. Diatas permukaan lantai pendapa terdapat 24 buah umpak batu.Teras kedua, yang disebut ‘pringgitan’ terletak di selatan pendapa. Pringgitan artinya ruang dalam atau ruang duduk. Pringgitan ini juga berdenah segi empat dengan luas 20 X 6 m.



TEMPAT PEMUJAAN
Di luar dinding pendapa, arah tenggara, terdapat sebuah teras batu yang masih utuh. Di ujungnya terdapat 3 buah candi kecil yang digunakan sebagai tempat pemujaan. Bangunan yang di tengah, yang berukuran lebih besar dibandingkan dengan kedua candi pengapitnya, adalah tempat untuk memuja Dewa Wisnu. Kedua candi yang mengapitnya, masing-masing, merupakan tempat memuja Dewa Syiwa dan Dewa Brahma.



KOLAM/TAMANSARI
Kolam atau Tamansari terdapat disamping pendopo.
Kolam terdari dari 2 bagian yaitu :

KOLAM PUTRA
Berbentuk kotak dengan kedalaman yang bervariasi.


KOLAM PUTRI
Berbentuk bulat dan mempunyai kedalaman tertentu.



BATUR KEPUTREN
Keputren yang artinya tempat tinggal para putri letaknya di timur pendapa. Lingkungan keputren seluas 31 X 8 m dibatasi oleh pagar batu setinggi 2 m, namun sebagian besar pagar batu tersebut telah runtuh. Pintu masuk, berupa gapura paduraksa dengan hiasan Kalamakara di atas ambangnya, terletak di sisi timur dan barat. Berada diujung dari kolam. Bentuknya hampir sama dengan paseban. Jumlahnya ada 2 buah. Berfungsi sebagai tempat ganti baju. 

GUA
Di wilayah kraton Ratu Boko terdapat 2 gua yaitu :

GUA LANANG
Gua Lanang memiliki fungsi sebagai tempat meditasi khusus laki-laki. Merupakan lorong persegi dengan tinggi 1,3 m, lebar 3,7 m dan dalam 2,9 m. Di dalam gua, masing-masing di sisi kiri, kanan dan belakang, terdapat relung seperti bilik. Pada dinding gua terdapat pahatan berbentuk semacam pigura persegi panjang. Mackenzie menemukan patung di depan Gua Lanang ini.

GUA WADON
Gua Wadon adalah tempat meditasi khusus perempuan. Disebut gua wadon karena di mulut gua wadon terdapat seperti alat kelamin wanita. Gua wadon terletak sekitar 20 m ke arah tenggara dari ‘paseban’ lebih kecil ukurannya dibandingkan dengan Gua Lanang, yaitu tinggi 1,3 m, lebar 3 dan dalam 1, 7 m. Di bagian belakang gua terdapat relung seperti bilik.
KOLAM LINGGA & YONI
Kolam Ligga dan Yoni merupakan objek terakhir.
Kolam Lingga dan Yoni berada di depan gua lanang. Lingga merupakan simbol Dewa Shywa, sedangkan Yoni merupakan symbol kesuburan. Kolam ini memiliki fungsi untuk bersuci sebelum bertapa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar